BYE-BYE FOMO!
Mazmur 81
FOMO,
fear of missing out. Ungkapan ini
sedang tren. FOMO menggambarkan perasaan takut ketinggalan sesuatu
yang menarik dan baru, lalu memaksakan diri untuk memperoleh
sesuatu yang bukan kebutuhan. Misalnya, membeli barang baru yang sedang viral
walaupun harus terjerat pinjaman online.
Mazmur yang kita baca hari ini memperlihatkan kecenderungan Israel yang tidak mau ketinggalan, bahkan mereka ingin menjadi serupa dengan bangsa lain. Untuk itu, mereka rela menyembah ilah-ilah asing, sama seperti bangsa lain. Padahal, mata mereka telah melihat dengan jelas bahwa Allah Yakub-lah yang membawa mereka keluar dari Mesir. Karena itu, Allah-lah yang seharusnya mereka puji dan sembah, bukan ilah. Namun, Israel FOMO! Mereka mudah terpengaruh, tidak punya pendirian, dan kekurangan komitmen. Karena itulah Allah memperingatkan mereka: jangan ada di antara mereka ilah lain. Mereka harus setia pada Allah. Dalam kesetiaan itulah mereka akan hidup dengan penuh damai sejahtera. Sahabat, ilah-ilah modern kini mengambil banyak rupa, seperti kekuasaan, harta, atau popularitas. Banyak orang terpikat dan berlomba untuk mengejarnya. Mereka digerakkan oleh roh FOMO, lalu menjadi sangat materialistis dan hedonis. Alhasil, nurani yang jujur mereka korbankan. Memilih untuk takut dan hormat pada Tuhan adalah jalan balik yang bijaksana dan cara terbaik untuk meninggalkan FOMO. (Wasiat)
REFLEKSI:
Kalau kita ketinggalan tren, itu bukan masalah. Namun, kalau kita kehilangan rasa takut akan Tuhan, itu masalah terbesar dalam hidup.